>

8 Tanda Awal Kehamilan yang Wajib Diketahui Calon Ibu

Tanda Kehamilan – Terlambat datang bulan sebenarnya hanya salah satu dari tanda-tanda kehamilan. Masih ada banyak ciri lain yang menunjukan kalau seorang wanita benar hamil. Bahkan kamu bisa mengetahui tanda-tanda hamil tersebut sebelum keterlambatan haid terdeteksi.

Mengetahui tanda kehamilan sangatlah penting bagi calon ibu. Sebab bila kehamilan tak segera terdeteksi maka akan memicu keguguran. Telah banyak kasus keguguran yang disebabkan karena saat hamil muda ibu mengonsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi saat janin masih lemah.

Ditambah lagi, saat ini masih banyak yang belum bisa membedakan antara tanda kehamilan yang sebenarnya, dengan gejala datang masa menstruasi. Hal ini wajar terjadi sebab keduanya memang memiliki tanda yang hampir mirip. Oleh sebab itu, yuk kenali tanda kehamilan yang sebenarnya berikut ini.

Tanda-Tanda Awal Kehamilan 

Tanda Awal Kehamilan


1. Pusing

Banyak wanita yang mengeluhkan sakit kepala di awal kehamilannya. Karena itu, berhati-hatilah mengonsumsi obat sakit kepala. Jika tak terpaksa, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan, kamu bisa mengatasinya dengan istirahat sejenak.

Perubahan hormon sering dikaitkan dengan penyebab sakit kepala ini. Namun pendapat lain juga menyatakan, bahwa sakit kepala saat awal kehamilan disebabkan karena menyempitnya pembuluh darah.

2. Perubahan pada payu-dara

Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payu-dara menjadi lebih padat, lembut, sensitif, dan lebih kencang. Bagian put-ing terlihat lebih muncul dan berwarna lebih gelap dengan pembuluh darah yang lebih nampak pada bagian permukaan kulit payu-dara.

Tanda kehamilan ini mirip ketika menstruasi. Tapi pada saat hamil, nyeri yang ditimbulkan bisa berkali-kali lipat meski hanya sedikit tersentuh saja. Hormon estrogen dan progesteron yang meningkat sering dikaitkan sebagai penyebab munculnya kondisi seperti ini.

3. Sering ngantuk dan lelah berlebihan

Kelelahan yang berlebihan tanpa sebab bisa menjadi tanda awal kehamilan. Rasanya kamu hanya ingin bermalas-malasan di kamar tanpa melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun hindari mengatasi ngantuk dan lelah berlebihan ini dengan kafein ya, karena membahayakan janin.

Kondisi ngantuk dan lelah berlebihan tanpa sebab umumnya disebabkan karena pengaruh hormon progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh. Tetapi jika kondisi seperti ini tak kamu kelola dengan baik, maka dapat memicu stres atau bahkan depresi.

4. Penciuman lebih sensitif

Adanya janin dalam kandungan akan membuat ibu lebih peka dalam penciuman. Kondisi semacam ini sebetulnya merupakan naluri alami agar ibu tak mengonsumsi makanan yang berakibat buruk bagi janin. Makanan yang biasanya kamu konsumsi pun akan menjadi terasa eneg dan tak jarang menyebabkan mual.

Penciuman tak hanya berlaku pada makanan saja, tapi juga bau-bauan lainnya yang membahayakan janin. Baik itu bau positif seperti minyak wangi ataupun bau negatif yang berasal dari asap rokok, knalpot, debu, dan polusi udara lainnya.

5. Mual-mual dan muntah

Dilansir dari alodokter.com, hampir 50 % wanita hamil akan mengalami mual dan muntah yang terjadi kira-kira sebulan setelah haid berakhir. Pada beberapa wanita, mual dapat terjadi di pagi hari yang lebih dikenal dengan morning sickness.

Namun pada sebagian wanita lain, kondisi ini dapat muncul sepanjang hari. Mual dan muntah di pagi hari disebabkan karena meningkatnya asam lambung di malam hari dan naiknya kadar hormon beta-HCG.

Mual dan muntah dapat diatasi dengan selalu menjaga agar perut tidak kosong, apalagi ketika kamu mengonsumsi vitamin. Makanlah sedikit demi sedikit, tapi lebih sering. Mengonsumsi jeruk atau permen mint juga bisa meringankan gejala ini. Biasanya mual akan berlangsung selama 5 bulan kehamilan. Baca cara mengatasi mual saat hamil.

6. Suasana hati (mood) yang berubah-ubah

Sejam yang lalu kamu bercanda dengan suami, tapi setelahnya kamu sangat mudah sekali emosi dengannya. Suasana hati yang berubah-ubah seperti ini dapat menjadi tanda awal kehamilanmu. Meningkatnya hormon dalam tubuh menjadi pemicu kamu mudah marah tanpa alasan yang jelas. Mirip ketika kamu PMS.

7. Sering kencing tapi susah BAB

Perubahan hormon dalam tubuh juga menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering ingin buang air kecil pada awal kehamilan, terutama di malam hari. Pada tahap selanjutnya, keinginan buang air kecil lebih disebabkan karena pembesaran rahim yang menekan kandung kemih.

Disamping itu, kamu justru akan mengalami susah buang air besar. Biasanya kamu BAB sehari sekali akan mengalami perubahan menjadi tiga hari sekali. Perubahan hormon membuat sistem pencernaan menjadi lambat, sehingga mengakibatkan sembelit atau kontipasi. Atasi dengan banyak makan buah berserat.

8. Terlambat datang bulan (haid)

Terlambat haid adalah tanda kehamilan yang paling terlihat jelas. Ini berarti sel telur telah dibuahi dan tak meluruh bersama dinding rahim menjadi menstruasi. Namun meski demikian, ada beberapa kondisi lain yang mengakibatkan seseorang telat mens.

Misalkan karena stres, berdiet ketat, siklus yang tak tentu, atau justru gangguan sistem hormonal. Oleh sebab itu, pentingnya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui lebih jelasnya apakah kamu hamil atau tidak.

Tes Kehamilan


tanda-tanda kehamilan

Semua kondisi di atas sayangkan tidak selalu merujuk pada tanda-tanda kehamilan, melainkan juga bisa menjadi tanda adanya penyakit dalam tubuh. Beberapa wanita bahkan ada yang tak mengalami sama sekali gejala diatas sebelum ia hamil.

Menggunakan alat tes kehamilan (test pack) yang dijual bebas di pasaran bisa menentukan kepastian kehamilan yang kamu alami. Tes kehamilan ini bekerja dengan mendeteksi hormon hCG yang diproduksi sepekan setelah pembuahan terjadi.

Tes kehamilan dilakukan dengan menggunakan sampel urin, terutama di pagi hari. Tempatkan urin dalam sebuah wadah yang bersih, lalu celupkan test pack kedalamnya. Hasil positif ditunjukan dengan munculnya dua garis merah dan hasil negatif ditunjukan dengan satu garis merah.

Kemunculan hasil positif kemungkinan besar akurat kalau kamu benar hamil. Namun bila muncul hasil negatif sebaiknya lakukan tes sepekan lagi untuk memastikan hasilnya. Bila perlu, pastikan hasil juga dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Itulah info tanda-tanda kehamilan yang bisa saya bagikan kali ini. Jika ada gejala lain yang menurutmu bisa dijadikan acuan segera tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. 

***