>

12 Cara Mengobati Batuk Berdahak dan Batuk Kering Secara Alami

Cara Mengobati Batuk Secara Alami – Tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem pertahanan untuk melawan gangguan dari luar. Salah satunya adalah batuk. Batuk merupakan respon alami yang dilakukan oleh tubuh untuk mengeluarkan lendir dan faktor penyebab iritasi, seperti debu atau asap, agar semua keluar dari saluran pernapasan kita.

Oleh sebab itu, batuk tidak masuk jenis penyakit yang menyerang manusia. Batuk biasanya akan sembuh sendiri dalam kurun waktu tiga minggu, tanpa perlu pengobatan. Obat batuk hanya bersifat semu, bahkan hingga saat ini belum ada bukti keefektifan dalam menyembuhkan batuk. Ramuan buatan sendiri seperti air lemon dan madu justru dapat membantu meringankan batuk.

Jenis-Jenis Batuk

Jenis-jenis batuk meliputi batuk kering dan batuk berdahak. Indikasi awal munculnya batuk kering biasanya adalah rasa gatal di tenggorokan yang memicu batuk. Batuk tanpa dahak (kering) ini bisa terjadi ketika tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas kamu mengalami peradangan.

Otak akan menganggap peradangan bagian tenggorokan dan saluran pernapasan atas sebagai kondisi yang asing, sehingga ia akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkannya melalui batuk. Maka dari itu, flu/pilek bisa memicu munculnya batuk. Sedangkan dalam kasus berdahak, justru batuk akan membantu mengeluarkan dahak dari saluran paru-paru.

Penyebab Batuk Menurut Dunia Medis

Infeksi saluran pernapasan akibat virus merupakan penyebab utama bagi sebagian besar orang yang menderita batuk. Selain infeksi, penyebab batuk lainnya meliputi:

- Penyakit jangka panjang yang kambuh. Misalnya asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan bahkan bronkitis kronis.

- Adanya rinitis alergi. Misalnya alergi terhadap serbuk sari (hay fever).

- Penyakit refluks gastroesofagus yang muncul karena adanya iritasi dan luka akibat asam lambung meningkat.

Meskipun sebetulnya jarang terjadi, tetapi beberapa faktor diatas bisa menjadi penyebab batuk jangka panjang yang mungkin akan kamu alami nanti.

Cara Mengobati Batuk Kering dan Batuk Berdahak Secara Alami

Gambar via alodokter.com

1. Jeruk nipis dan kecap

Mungkin kamu sudah pernah mendengar obat batuk tradisional yang terbuat dari jeruk nipis dan kecap. Memang benar, sudah banyak yang mengaku sembuh setelah minum jeruk nipis dan kecap. Ramuan ini bahkan sudah turun temurun sejak jaman nenek moyang sampai sekarang.

Cara mengobati batuk dengan jeruk nipis dan kecap:

- Sediakan satu buah jeruk nipis, kecap secukupnya, dan sendok makan.
- Campur perasan jeruk nipis dan kecap seperlunya. Lalu aduk sampai rata.
- Minum secara rutin dua kali sehari sebanyak satu sendok makan.

2. Lemon

Banyak orang yang sulit membedakan antara lemon dan jeruk nipis. Lemon berbeda dengan jeruk nipis, tetapi mereka memiliki khasiat sama yakni mengatasi batuk kering dan berdahak. Tidak percaya? Buktikan ramuan berikut ini sendiri di rumah!

Cara mengatasi batuk kering dan berdahak dengan lemon:

- Ambilan satu buah lemon segar, lalu iris sesuai selera.
- Taburi dengan merica bubuk dan garam pada irisannya.
- Hisap setiap irisan sampai airnya habis.

Note: jika kamu tak tahan dengan rasa masamnya, kamu bisa seduh lemon bersama dengan madu dalam bentuk minuman jus segar.

3. Buah anggur

Buah anggur dikenal sebagai sumber antioksidan terbaik untuk menangkal radikal bebas berbahaya. Namun ternyata, dalam anggur juga terkandung sifat ekspektoran yang bisa mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan.

Atau dengan kata lain, buah anggur bisa kamu gunakan untuk menyembuhkan batuk berdahak. Agar tak bosan mengonsumsi anggur, kamu bisa mengolahnya dalam bentuk jus atau camilan sehat lainnya.

4. Belimbing wuluh

Tahukah kamu apa itu belimbing wuluh? Dulu saya pernah membahas mengenai pengertian dan manfaat belimbing wuluh ini. Yup, ia masih termasuk kedalam keluarga buah belimbing, cuman rasanya lebih masam dari pada belimbing umumnya. Rasa masamnya inilah yang bisa mengobati batuk berdahak dan kering kamu.

Cara menghilangkan batuk dengan belimbing wuluh:

- Campur beberapa butir belimbing wuluh dengan adas, sedikit gula, dan secangkir air.
- Rebus campuran tadi sampai mendidih sempurna. Kemudian saring dan ambil air rebusannya saja.
- Setelah agak dingin, konsumsilah air rebusan tadi minimal satu kali sehari.

5. Jus wortel

Beta-karoten dalam wortel akan diubah tubuh menjadi vitamin A yang dapat meningkatkan daya tangkap mata, melindungi kulit dari sinar matahari, dan mencegah berbagai penyakit kulit. Inilah yang jadi alasan kenapa banyak yang menggunakan masker wortel untuk merawat kulitnya.

Selain itu, wortel ternyata juga diperkaya dengan kandungan antioksidan tinggi yang bisa menangkal radikal bebas. Kandungan nutrisi lengkapnya inilah yang bisa kita gunakan untuk mengobati batuk. Konsumsilah jus wortel setiap pagi hari sebanyak satu gelas dan sebelum tidur agar hasilnya optimal.

6. Biji kacang almond

Masyarakat Indonesia belum banyak yang tau kalau sebetulnya biji kacang almond bisa mengobati batuk. Bila penasaran langsung saja terapkan cara menyembuhkan batuk dengan kacang almond berikut ini:

- Sediakan sebanyak 8 butir kacang almond. Rendam dalam air selama kurang lebih 12 jam (bisa direndam sebelum tidur sampai pagi)
- Tumbuk kacang almond yang sudah direndam tadi sampai membentuk adonan mirip pasta. Kemudian tambahkan satu sendok teh mentega.
- Konsumsilah halusan kacang almond tadi secara rutin minimal satu sendok makan 
sehari.

7. Jahe

Jahe merupakan rempah asli Asia Tenggara yang terkenal berkhasiat menghangatkan tubuh. Sifat hangatnya ini bisa kamu rasakan dengan mengonsumsi berbagai minuman dari jahe seperti susu jahe, teh jahe, wedang jahe, dan masih banyak lagi.

Seorang praktisi medis pernah mencoba memakai jahe untuk mengobati flu dan demam dengan memanfaatkan kandungan antihistamin dan decongestant yang ada di dalamnya. Ternyata memang benar, jahe cukup berkhasiat untuk mengobati masalah seputar peradangan.

Cara mengobati batuk berdahak dan kering dengan jahe:

- Didihkan 12 jahe dalam 3 gelas air selama kurang lebih 1/4 jam.
- Saring untuk mendapatkan air rebusannya. Kemudian tambah sedikit madu dan air lemon.
- Konsumsilah selagi masih hangat secara rutin sampai batuk sembuh.

8. Kunyit

Selanjutnya kamu bisa menggunakan kunyit. Berbeda dengan jahe, kunyit menurut saya lebih efektif untuk meredakan batuk berdahak. Kunyit memiliki senyawa mineral yang bisa mengeluarkan dahak di saluran pernapasan.

Kamu bisa mengonsumsi kunyit dalam berbagai olahan. Misalnya memasukan bubuk kunyit kedalam susu hangat, teh, sup, ataupun olahan lain. Usahakan mengonsumsi rempah kunyit ketika hangat agar hasilnya maksimal.

9. Merica hitam dan madu

Merica atau lada, ternyata juga efektif sebagai obat batuk berdahak lho. Biasanya bumbu satu ini membuat kita sering bersin-bersin, apalagi ketika tak sengaja menghirupnya. Sifat inilah yang bisa mengeluarkan banyak ingus dari saluran pernapasan kamu ketika batuk berhadak.

Cara menyembuhkan batuk dengan merica dan madu:

- Ambilan merica halus, kamu bisa membeli atau menumbuknya sendiri.
- Campur dengan 2 sendok makan madu dalam sebuah gelas ukuran normal.
- Tuang air mendidih sampai segelas penuh, lalu biarkan 10 menit.
- Langsung saja minum ramuan tadi dan rasakan kehangatannya.

10. Gunakan daun mint yang dijadikan teh

Bangsa Jerman sangat mempercayai bahwa daun mint sangat efektif untuk mengobati batuk kering dan berdahak. Biasanya masyarakat disana mengolah daun mint menjadi teh hangat yang cukup nikmat. Meskipun di Indonesia jarang, namun apabila kamu punya tanaman ini tak ada salahnya mencoba.

Cara mengatasi batuk dengan daun mint herbal:

- Petik daun teh mint seperlunya saja, lalu seduh dengan menggunakan air panas selama kurang lebih 10 menit.
- Agar rasanya nikmat, tambahkan secukupnya madu dan perasan lemon.
- Minum selagi masih hangat dan nikmati aroma khasnya.

11. Daun asam muda

Tak hanya daun mint saja, kamu pun bisa memakai daun asam muda sebagai obat batuk kering tradisional. Berbeda dengan daun lainnya, daun asam muda mengandung lebih banyak antioksidan. Kandungan ini sangat berperan aktif dalam melancarkan sirkulasi darah, pernapasan, dan metabolisme tubuh.

Cara mengobati batuk kering dengan daun asam muda:

- Sediakan daun asam muda, kayu manis, dan gula batu.
- Rebus dengan memakai api kecil sampai mendidih. Lalu saring dan ambil air rebusannya.
- Minum selagi ramuan daun asam muda masih hangat. Lakukan rutin sebelum tidur dan setelah bangun tidur di pagi hari.

12. Daun kemangi

Masih pada dedaunan, berikutnya ada daun kemangi. Daun ini biasanya digunakan pada lalapan agar menghilangkan bau mulut. Tetapi siapa sangka, ternyata kandungan antibiotiknya yang tinggi dapat membantu menyembuhkan batuk kering dan berdahak.

Kalau saya pribadi lebih suka mengonsumsi daun kemangi langsung dalam keadaan mentah. Namun bagi kamu yang tak suka, rebuslah daun kemangi secukupnya, kemudian konsumsi air rebusannya secara rutin setiap hari.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Apabila kamu mengalami batuk yang lebih dari tiga minggu dan semakin parah akibat infeksi virus, bersegeralah untuk pergi ke dokter. Begitu pula jika kamu mengalami kesulitan bernapas, sakit dada, dan batuk berdarah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Kamu akan dirujuk ke dokter spesialis paru dan pernapasan apabila dokter umum tidak bisa memastikan penyebab batuknya. Dokter dapat menganjurkan beberapa pemeriksaan berikut, meliputi:

- Mengambil sampel dahak kamu kemudian digunakan untuk menentukan jenis antibiotik yang akan diberikan.

- Rontgen dada untuk memastikan apakah kamu mengalami infeksi paru atau tidak.

- Spirometri (menarik dan mengeluarkan nafas melalui sebuah tabung) dengan tujuan untuk memeriksa apakah ada permasalah di saluran pernapasan.

- Melakukan tes alergi untuk memastikan apakah kamu mengalami alergi suatu benda atau tidak.

Bagaimana, tertarik mencoba? itulah beberapa cara mengobati batuk berhadak dan batuk kering secara alami yang bisa kamu coba. Pilih salah satu bahan saja yang menurut kamu paling mudah, setelah itu lakukan secara rutin dan konsisten setiap harinya.

Jika bermanfaat, mohon dishare ya.

Share: